Monday - Friday8AM - 9PM
OfficesJl. Letkol G.A Manulang No.214 Padalarang
Visit our social pages

Apa itu Scam ? Kenali sebelum Terlambat

December 8, 2022by Nirmala Syahru0
sumber : pinterest.com

Era digital yang kian berkembang membuat informasi lebih mudah didapatkan khususnya di internet. Salah satu ancaman siber yang kerap ditemui adalah jenis scam yang termasuk dalam kejahatan penipuan.

Untuk dapat menghindarinya, perhatikan tips dan cara kerja pelaku berikut ini.

Apa itu Scam ?

Scam adalah upaya penipuan yang dilakukan untuk mendapatkan sesuatu yang berharga dari korbannya. Pelaku yang melakukan scam disebut dengan scammer.

Pelaku dari kejahatan scam biasanya menggunakan website palsu untuk mencuri informasi pribadi dan menyalahgunakannya untuk mendapatkan keuntungan finansial.

Ada 2 hal yang biasa diincar scammer dari korbannya, yaitu:

  • Uang – Tabungan korban di rekening bank atau e-wallet.
  • Informasi – Semua informasi pribadi yang bisa langsung disalahgunakan demi keuntungan scammer. Bisa berupa informasi pribadi (nama, alamat, dan Nomor Induk Keluarga), akun (username dan password), dan finansial (nomor kartu dan PIN ATM).

Jenis-Jenis Scam

Berikut ini adalah jenis-jenis scam yang harus kamu ketahui :

1. Donation Scam

Donation scam adalah jenis penipuan yang meminta donasi, tetapi uang yang diperoleh disalahgunakan untuk keuntungan pribadi.

Sebagai contoh, donation scam yang terjadi baru-baru ini di Twitter tentang penyelamatan hewan.

Pelaku mengaku menemukan hewan yang sedang terluka. Dengan dalih menggalang donasi untuk menutup biaya pengobatan hewan, dana bantuan tersebut malah disalahgunakan untuk keperluan pribadi.

Setelah mendapat uang donasi, pelaku langsung hapus akun untuk menghindari donatur yang meminta kejelasan uang yang telah didonasikan.

2. Survey Scam

Survey scam adalah cara penipuan yang meniru survey resmi untuk mendapatkan informasi personal korban.

Umumnya, scammer akan menjanjikan hadiah sebagai iming-iming agar korban mau mengisi survey. Padahal, perusahaan tidak sedang menggelar survey tersebut, dan hadiah yang ditawarkan hanya untuk menarik perhatian korban.

3. Phising

Phising adalah jenis scam yang memancing korban supaya memberikan informasi pribadi dengan sukarela tanpa mereka sadari.

Pada kasus penipuan yang sempat viral, pelaku membuat iklan untuk menjaring korbannya. Korban diminta melakukan update aplikasi mobile banking.

Setelah mengisi data dan mengklik submit, seluruh informasi korban berhasil dimiliki pelaku. Tak hanya itu, di kasus ini pelaku menyedot saldo rekening bahkan sampai mengambil alih akun Instagram korban.

Ciri-Ciri Scammer 

Kamu perlu mengetahui apa saja ciri-ciri Scammer berikut ini :

1. Berpura-pura Menjadi Pihak yang Kamu Kenal

Scammer akan berupaya membangun kepercayaan kamu dengan berpura-pura sebagai pihak berwenang, perusahaan terkenal, rekan kerja, hingga kerabat. Dengan begitu, korban yang tidak teliti akan mudah dikelabui.

2. Menawarkan Hadiah Menarik

Ciri-ciri scammer yang sering ditemui adalah menawarkan hadiah yang super menggiurkan. Misalnya, menyatakan seseorang memenangkan suatu undian yang ujung-ujungnya meminta orang tersebut mengirimkan sejumlah uang.

3. Meminta Data yang Sensitif

Umumnya, scammer akan berusaha meminta data yang sensitif. Sebab, data tersebut bisa digunakan untuk proses verifikasi pinjaman online, mengambil alih akun, hingga menguras saldo rekening.

4. Memberi Instruksi Agar Kamu Bertindak Cepat

Scammer pandai memainkan emosi calon korbannya dengan menetapkan tenggat waktu yang ketat.Baik itu ketika harus mengirimkan sejumlah uang, ataupun ketika meminta informasi pribadi secara lengkap.

Inilah yang membuat korban scamming merasa panik dan tidak bisa berpikir panjang sehingga mengikuti setiap kemauan dari pelaku penipuan.

5. Mengharuskan Kamu Melakukan Pembayaran

Ciri-ciri scammer yang terakhir adalah meminta kamu membayar sejumlah uang.

Kamu akan diberi instruksi untuk mentransfer uang ke rekening pribadi pelaku dengan berbagai alasan. Bisa dengan dalih untuk membayar ongkos kirim, pajak, dan masih banyak lagi.

Maka dari itu, mulai sekarang amati ciri-ciri scammer untuk lebih berhati-hati dengan tindak kejahatan ini ya!

Tips Menghindari Scam

Jangan khawatir, kamu tetap bisa mengakses internet dengan nyaman dan aman apabila mengetahui tips menghindari scam berikut ini:

1. Jangan pernah merespon email yang meminta data pribadi anda

Apabila kamu diminta untuk memberikan data pribadi, Pin ATM, Pin Kartu Kredit, atau password akunmu, bisa dipastikan bahwa email tersebut merupakan penipuan.

Terutama jika terdapat link yang memunculkan situs lain di browser-mu yang berupa Pop Up. Untuk lebih memastikan keasliannya, kamu bisa menghubungi pihak bank atau perusahaan lainnya yang tercantum dalam email tersebut.

Perlu kamu ingat bahwa pihak bank atau perusahaan manapun tidak akan pernah meminta pin atau password akunmu.

2. Selalu perhatikan mengakses halaman website yang benar

Terdapat banyak penipuan yang menggunakan situs gratis, seperti blogspot atau wordpress. Kamu perlu memperhatikan URL yang kamu akses, situs akan menggunakan https:// atau http, nama domain, dan top-level domain seperti .com, .co.id, .net, dan lainnya. Website yang menggunakan tag HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure), biasanya lebih aman jika dibandingkan dengan tag HTTP.

Selain itu, kamu juga harus mengecek nama domain dengan hati-hati, apabila menggunakan simbol yang tidak umum atau tanda hubung, hal itu merupakan petunjuk bahwa situs tidak kredibel.

3. Amankan gadget anda dari phising

Bagi kamu yang sering transaksi secara online melalui e-wallet, e-banking atau mbanking, kamu harus mengamankan perangkatmu. Hal tersebut karena, transaksi online sering menjadi sasaran pelaku phising.

Kamu bisa menggunakan perangkat anti virus berkualitas untuk melindungi komputer, laptop, atau perangkat lainnya.

Sedangkan untuk ponsel, jangan pernah memberikan pin atau password yang kamu gunakan untuk transaksi online kepada orang lain. Kamu juga bisa mengganti pin e-wallet secara berkala.

4. Jangan pernah membagikan kode OTP

Saat kamu melakukan transaksi online, baik saat menggunakan e-banking, kartu kredit, atau lainnya, kamu akan menerima kode OTP yang dikirimkan oleh bank terkait ke ponselmu. Kode OTP ini sering digunakan oleh scammer untuk melakukan penipuan. Pihak yang meminta kode OTP tersebut sudah dipastikan adalah penipuan karena pihak bank tidak pernah meminta kode tersebut

5. Ubahlah kata sandi secara berkala

Mengubah kata sandi secara berkala merupakan salah satu cara untuk mengamankan akunmu. Kamu bisa melakukannya tiga bulan sekali atau sesuai dengan kebutuhanmu. Hal ini untuk menghindari kemungkinan pelaku scam menggunakan sandi atau password-mu.

Setelah mengetahui apa itu scam dan tips untuk menghindarinya, diharapkan kamu bisa lebih berhati-hati lagi dalam melakukan aktivitas online. Cyber crime yang semakin marak terjadi membuat semua pengguna harus lebih waspada dalam mengakses internet.

 

 

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.
AVANTAGEHeadquarters
Organically grow the holistic world view of disruptive innovation via empowerment.
OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.