Monday - Friday8AM - 9PM
OfficesJl. Letkol G.A Manulang No.214 Padalarang
Visit our social pages

Apa Itu Technopreneurship? Pahami Tujuan dan Manfaatnya

December 13, 2022by Nirmala Syahru0
sumber : pinterest.com

Pernahkah Kamu pernah mendengar istilah technopreneurship? Singkatnya, technopreneurship adalah sebuah bisnis yang dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi.

Pada artikel kali ini kita akan membahas pengertian, tujuan, dan skill apa saja yang kamu perlukan jika ingin membangun technopreneurship. Jadi, simak artikelnya dengan baik ya agar tidak ada informasi yang tertinggal.

Apa itu Technopreneurship?

Secara istilah, technopreneurship adalah gabungan dari dua kata, yaitu technology dan entrepreneurship yang diartikan sebagai bisnis atau usaha yang berbasis teknologi sehingga tak hanya keahlian dalam berbisnis dan berwirausaha tetapi pengetahuan akan teknologi yang berkembang juga dibutuhkan.

Seseorang yang menggeluti bidang bisnis ini disebut technopreneur. Biasanya, technopreneurship marak di kalangan pemuda dengan ide-ide inovasi untuk menciptakan ladang bisnis baru.

Oleh karena itu, karakteristik umum dari technopreneurship adalah transformasi dan integrasi teknologi dalam hampir setiap kegiatan operasional bisnis.

Tujuan Technopreneurship

Berikut ini adalah tujuan jika Kamu masuk ke dunia  technopreneurship:

  • Menciptakan lapangan kerja

Dengan munculnya beragam technopreneurship, maka akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang tercipta. Karena technopreneurship membutuhkan banyak sumber daya manusia untuk menjalankan bisnisnya.

  • Meningkatkan ekonomi

Technopreneurship dapat berkembang dengan sangat cepat sehingga dapat menarik investor asing untuk memberikan suntikan dana untuk memberi dukungan bisnis yang modern dan bermanfaat. Dengan begitu, bisnis berbasis teknologi ini menjadi salah satu penyokong ekonomi negara.

  • Mendorong perkembangan teknologi

Berkembangnya teknologi menjadi suatu hal yang wajar dalam technopreneurship ini. Setiap perusahaan pasti berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi teknologi yang memudahkan para penggunanya, efisien, dan bermanfaat setiap harinya.

  • Mendorong berkembangnya UMKM

Dengan adanya technopreneurship, para UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) akan sangat terbantu, karena kemudahan yang ditawarkan dalam menjual produk yang mereka ciptakan.

 

Perbedaan Technopreneurship dan Entrepreneurship

Perbedaan mendasar dari keduanya terletak pada penggunaan teknologi pada technopreneurship. Sementara itu, entrepreneurship masih menggunakan model bisnis konvensional yang menawarkan produk barang atau jasa. Biasanya, seorang technopreneur akan menawarkan sebuah terobosan baru sebagai produknya.

Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Seorang Technopreneur

Jika Kamu bercita-cita untuk menjadi seorang technopreneur, Kamu bisa mempelajari beberapa skill yang dibutuhkan ini dari sekarang:

  • Memiliki pengetahuan yang baik mengenai teknologi

Yang pertama, Kamu harus mulai menyadari kalau teknologi yang digunakan semakin berkembang. Maka dari itu Kamu harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai teknologi, agar bisnismu dapat beradaptasi atau bahkan menciptakan teknologi baru yang lebih canggih.

  • Dapat bekerja sama dalam sebuah tim

Bagaimanapun dalam sebuah bisnis, kerja sama antar tim adalah hal yang paling penting. Kamu tidak akan bisa menjalankan bisnismu sendiri, karena kamu pasti memerlukan bantuan, keahlian, dan ide dari berbagai sumber.

Maka dari itu kamu harus bisa bekerja sama dengan baik dalam sebuah tim, baik itu tim kecil maupun tim besar.

  • Memiliki kemampuan problem solving yang baik

Penyelesaian masalah biasanya menghasilkan beberapa solusi dan kamu harus memilih solusi tersebut dengan tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang kamu hadapi.

Alasan Memilih Technopreneurship

Terdapat beberapa alasan mengapa technopreneurship adalah bisnis yang perlu Kamu coba. Berikut beberapa signifikansinya:

1. Besaran Modal yang Tidak Terlalu Besar

Hal ini bukan berarti bahwa Anda tidak membutuhkan modal apapun dalam pengembangan bisnis technopreneurship. Modal kecil tentu harus diiringi dengan kemampuan dan inovasi yang memadai.

Bisa dilihat dari beberapa contoh technopreneurship yang berhasil bermula dari sebuah ide sederhana yang dikembangkan oleh sekelompok orang.

2. Peluang Valuasi dan Keuntungan Besar

Jika seorang technopreneur mampu menghasilkan terobosan yang menarik dan bermanfaat bagi banyak orang, tidak menutup kemungkinan keuntungan dapat diraih dalam waktu cepat.

Salah satu contoh kasusnya adalah perusahaan Gojek yang mampu memiliki nilai valuasi tinggi. Intinya, jika inovasi tersebut mampu memberikan dampak ekonomi secara signifikan, maka nilai valuasi juga ikut meningkat.

3. Tidak Membutuhkan Sumber Daya Besar

Konsep bisnis technopreneurship adalah salah satu yang membuat perkembangannya semakin pesat. Tidak semua bisnis ini memiliki kantor besar atau pegawai dalam jumlah banyak.

Bahkan, banyak technopreneur yang merintis usahanya dari rumah bersama teman atau kolega terdekat. Selain itu, beberapa bisnis technopreneurship juga memanfaatkan komunikasi secara daring untuk saling terhubung.

Kehadiran teknologi yang bertujuan untuk mempermudah kehidupan manusia tentu menjadi peluang tersendiri untuk mengoptimalkan fungsinya pada bisnis. Kini, beragam jenis inovasi usaha mulai bermunculan dengan pemanfaatan teknologi sebagai basisnya.

 

Demikian artikel kami kali ini, semoga artikel ini berguna untuk kamu. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

 

 

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.
AVANTAGEHeadquarters
Organically grow the holistic world view of disruptive innovation via empowerment.
OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.