Monday - Friday8AM - 9PM
OfficesJl. Letkol G.A Manulang No.214 Padalarang
Visit our social pages

Audit Website : Pengertian, Jenis dan Langkah untuk Pemula

January 19, 2023by Nirmala Syahru0

Sama seperti kendaraan bermotor, website adalah hal yang juga butuh diservis secara rutin. Servis rutin website ini disebut sebagai audit website.

Dengan audit website, kamu bisa tahu semua masalah yang diderita website dan memperbaikinya. Hasilnya, performa website kamu bisa lebih maksimal dan pengunjung betah nongkrong di sana.

Apa Itu Audit Website?

Seperti namanya, audit website adalah memeriksa dan memperbaiki berbagai aspek website kamu secara menyeluruh. Terutama dari sisi teknis, user experience, serta SEO.

Jenis-Jenis Audit Website

Berikut adalah jenis-jenis situs audit tersebut:

1. Technical Audit

Jenis website audit yang pertama adalah technical. Jenis audit yang satu ini juga dapat memastikan situs perusahaan sudah memenuhi seluruh persyaratan yang nantinya bisa memudahkan proses indexing dan crawling.

2. SEO Audit

Sesuai namanya, audit yang kedua ini bertujuan untuk mengetahui seberapa berkualitas SEO yang ada pada sebuah situs. Nantinya, proses evaluasi bisa mencakup analisis terkait penggunaan link profiles, keyword, perilaku traffic pada situs, metadata, serta target konversi.

3. Content Audit

Jenis website audit yang ketiga ini juga perlu kamu pahami. Mengapa? Karena sifatnya sangat penting untuk melakukan evaluasi terhadap konsistensi sebuah brand. Terutama untuk perusahaan yang sekarang dalam proses merger atau akuisisi.

Pada proses ini, marketer bukan hanya bertugas untuk memastikan semua konten dapat mencerminkan identitas merek. Mereka juga memiliki tugas untuk melakukan identifikasi terkait apa saja konten yang berpotensi dapat mendorong konversi.

6 Langkah Melakukan Audit Website dengan Mudah

Berikut kami berikan 10 langkah anti ribet untuk melakukan website audit.

1. Cek Desain

 

Pop-up dan Iklan yang Menganggu

Selain memperburuk user experience, pop-up dan iklan yang mengganggu ini juga mempengaruhi dua hal: conversion rate dan SEO kamu. Kenapa demikian?

Conversion rate menurun karena pengunjung tak bisa membeli apapun kalau mereka muak dan meninggalkan website kamu.
Sementara di sisi SEO, pengunjung yang langsung pergi akan meningkatkan bounce rate. Sehingga bisa berefek negatif pada ranking SEO kamu di Google.

Maka dari itu, cobalah akses website kamu melalui incognito. Jika muncul banyak pop-ups dan iklan, langsung kamu hapus saja. Sisakan pop-ups yang memang benar-benar penting dan berhubungan dengan tujuan kamu.

Tulisan yang Tak Nyaman Dibaca

Jangan sampai saat pengunjung sudah berada di website kamu, mereka tak bisa membaca teks atau artikel yang kamu tulis.

Entah karena tulisannya yang terlalu kecil, pemilihan font yang tidak pas, atau teks yang terlalu padat sehingga bikin ilfeel duluan. Kalau sudah begitu, bisa dipastikan mereka akan langsung mengklik tombol “x” dan enggan kembali ke website kamu lagi.

Call-to-Action yang Membingungkan

Call-to-Action (CTA) adalah instruksi pada website yang mengarahkan pengunjung untuk melakukan sesuatu. Contohnya, “Beli Sekarang Juga!” atau “Klik untuk Subscribe!” Dua contoh tersebut sangat jelas maksudnya, kan?

Sedangkan, CTA yang membingungkan adalah yang arahannya tidak jelas dan maksudnya ambigu. Misalnya, “klik di sini untuk melanjutkan.” Melanjutkan kemana? Apa yang akan pengunjung dapatkan saat mengkliknya?

Efeknya, pengunjung akan ragu dan berakhir tidak mengklik CTA tersebut. Hal ini tentu saja bisa menurunkan conversion rate dan berdampak buruk pada pemasukkan kamu.

2. Cek Navigasi

Tanpa navigasi, pengunjung website akan kesulitan mencari apa yang diinginkan. Sehingga mereka akan tersesat dan memutuskan pergi dari website kamu. Maka dari itu, penting bagi website kamu untuk memiliki navigasi yang jelas dan mudah dipahami.

Untuk melakukan audit website ini, coba pergi ke homepage kamu dan lihat menu navigasinya. Lalu, kamu jawab beberapa pertanyaan ini:

  • Apakah menu navigasi sudah mengarah ke berbagai halaman penting di website Anda?
  • Apakah menu navigasi tersebut dipenuhi dengan hal-hal yang tak penting?
  • Apakah menu navigasi sudah memudahkan pengunjung untuk menghubungi Anda?

3. Pastikan Website kamu Mobile Friendly

Hampir 52% netizen menggunakan perangkat mobile untuk mengakses internet. Dengan kata lain, jika website tidak ramah terhadap perangkat mobile, kamu bisa kehilangan hingga separuh trafik potensial.

4. Memperhatikan Sitemap XML dan Cek Robots.txt

Robots.txt merupakan file untuk memberikan informasi pada Google terkait halaman mana yang harus diindeks dan tidak. Sementara itu, sitemap XML merupakan file yang di dalamnya terdapat daftar halaman situs yang kamu miliki. Sehingga Google dapat lebih mudah mengetahui dan memahami strukturnya.

5. Pastikan Menggunakan HTTPS

Dalam melakukan website audit, pastikan situsmu menggunakan HTTPS. “S” pada HTTPS merupakan secure atau dalam Bahasa Indonesia artinya aman. HTTPS mengenkripsi proses pertukaran data antara situs dengan pengunjung melalui teknologi SSL.

Hasilnya, seseorang yang ingin berbuat tidak baik tidak dapat ikut campur dalam proses pengiriman data tersebut. Jadi, adanya HTTPS ini akan mencegah para hacker melakukan pencurian data maupun memasukkan virus ke data yang kamu miliki.

Bagi website yang belum menggunakan HTTPS, maka kamu perlu memasang SSL. Biayanya berlangganannya sendiri cukup beragam.

6. Memperhatikan Kecepatan Website

Google menjelaskan bahwa setidaknya 53% pengunjung cenderung meninggalkan website yang belum kunjung terbuka meskipun hanya 3 detik. Artinya, website yang kamu miliki harus memiliki kecepatan yang andal sehingga pengunjung tidak perlu menunggu lama untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan.

Agar kamu dapat mengecek kecepatan sebuah website, kamu bisa memanfaatkan tools bernama PageSpeed Insights. Ketika situsmu berada di bawah 90, maka kamu perlu meningkatkan kecepatannya.

Sebagai tambahan, selain melakukan pengecekan terhadap beberapa poin di atas masih ada beberapa elemen lain yang harus kamu perhatikan ketika ingin melakukan website audit. Beberapa elemen tersebut adalah mengecek kualitas konten, broken link serta error 404, serta meta description dan meta title.

 

Sekian informasi tentang bagaimana jenis-jenis dan langkah melakukan website audit. Sekarang kamu dapat melakukan audit dengan mengikuti langkah-langkah di atas. Semoga bermanfaat!

 

 

Sumber 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.
AVANTAGEHeadquarters
Organically grow the holistic world view of disruptive innovation via empowerment.
OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.