Monday - Friday8AM - 9PM
OfficesJl. Letkol G.A Manulang No.214 Padalarang
Visit our social pages

5 Framework JavaScript Yang Wajib Kamu Ketahui

January 6, 2023by Nirmala Syahru0

Bagi seorang programmer terutama mereka yang menjadi developer, framework bisa dibilang sesuatu yang akan menjadi tempat kerjanya. Sesuai namanya framework atau kerangka kerja merupakan tempat dimana seorang programmer akan mengembangakan berbagai aplikasi.

Fungsi utama framework adalah membantu seorang developer untuk menuliskan berbagai kode agar lebih rapi dan memiliki struktur yang baik. Dengan menggunakan framework seorang developer tidak perlu mengetikan kode secara berulang.

JavaScript dikenal sebagai bahasa pemrograman untuk membangun website yang interaktif dan intuitif. Untungnya, membangun website dengan JavaScript menjadi lebih mudah sejak adanya framework JavaScript.

 

Apa itu Framework JavaScript?

Framework JavaScript adalah sebuah kerangka untuk mengembangkan website, web app, dan aplikasi dengan bahasa pemrograman JavaScript.

Framework JavaScript bersifat open source, artinya Anda bisa mengakses dan mengembangkannya lebih jauh sesuai kebutuhan Anda.

 

5 Framework JavaScript Terbaik 

Lalu, apa saja framework JavaScript terbaik yang bisa Anda coba untuk membuat website?

1. Vue.Js

Vue JS adalah framework JavaScript progresif untuk membangun interface atau tampilan antarmuka yang interaktif.

Beberapa keuntungan dari menggunakan framework vue.Js diantaranya adalah  :

  • Framework ini memiliki ukuran yang kecil. Ini juga salah satu alasan mengapa framework ini banyak yang menggunakan.
  • Karena strukturnya yang sederhana, framework ini cukup mudah dimengerti.
  • Bisa diintegrasikan dengan berbagai aplikasi lain yang berbasis JavaScript.
  • Banyak dokumentasi dengan sangat detail.
  • Framework ini memiliki fleksibilitas sehingga memungkinkan membuat template dalam bahasa HTML atau JavaScript.
  • Ada banyak plug in di dalam framework ini yang bisa anda gunakan untuk membuat aplikasi ataupun website.

Beberapa fitur yang ada pada vue.Js :

  • Dalam framework ini memungkinkan kamu untuk melihat perubahan pada UI tanpa harus menambah kode
  • Framework ini mendukung kamu untuk melakukan custom pada HTML
  • Framework ini memiliki fitur virtual DOM. Dimana kamu bisa melihat dan mereview perubahan sebelum diterapkan pada DOM.
  • Penulisan script di framework ini jauh lebih sederhana

2. React JS

Beberapa keunggulan dari framework react.Js adalah :

  1. Dalam penggunaanya, framework ini dinilai lebih cepat dan efisien
  2. React.Js memiliki fitur dimana kita bisa menggunakan kembali komponen yang telah kita buat sebelumnya untuk proses yang lain.
  3. Framework ini mudah dipelajari dan juga dikuasai

Sementara itu ada beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang framework ini, diantaranya adalah :

  1. React.Js bisa membuat UI yang bersifat interaktif yang bisa dibuat dengan menggunakan desain yang simple.
  2. Di react.Js jika kamu sebagai developer ingin membuat fitur baru kamu bisa menggunakan source code dari fitur lama.
  3. React.Js bekerja dengan menggunakan Node.Js sebagai basisnya.
  4. Ada fitur bernama JSX di framework ini. JSX merupakan ekstension dari JavaScript yang akan digunakan ketika menulis HTML di dalam JavaScript.
  5. React.Js juga sering digunakan untuk membangun aplikasi dengan skala besar yang membutuhkan update setiap waktu.

Meskipun demikian, framework ini juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah :

  1. Framework ini hanya mendukung view layer. Kebutuhan lain seperti data layer, struktur, ataupun router harus kita buat sendiri.
  2. Framework ini tidak bisa dijalankan jika menggunakan web browser versi lama.

3. Node.js

Node JS adalah pengembangan server-side JavaScript pertama yang bekerja secara cross-platform, sehingga dapat bekerja dengan baik di Windows, iOS, Linux, dan sebagainya.

Fitur-Fitur Node.js:

  • Engine V8 – Compiler JavaScript milik Google yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman C++ untuk meng-compile kode JavaScript menjadi kode dalam dalam tingkat assembly.
  • Libuv Library – Library C++ yang bertugas mengelola operasi asynchronous I/O (input/output) di Node.js dan main event loop.
  • Design Pattern – Object pool (kumpulan objek yang dapat digunakan untuk task tertentu) dan Facade (memberikan tampilan antarmuka untuk body kode).
  • Asynchronous Process – Proses jalannya program bisa dilakukan secara bersamaan tanpa harus menunggu proses antrian.

Kelebihan Node.js:

  • Cepat, karena dibangun di atas mesin V8 JavaScript oleh Google Chrome, Node.js library dapat melakukan eksekusi kode dengan cepat.
  • Semua API  bersifat asynchronous sehingga server tidak perlu menunggu API mengirimkan kembali data.
  • Bersifat non-blocking, proses yang tidak membutuhkan output dari proses sebelumnya tetap dapat berjalan bersamaan.
  • Tidak ada data buffering, pengalokasian sebagian porsi penyimpanan server untuk data yang sedang diproses.
  • Menggunakan database NoSQL, sehingga lebih mudah dikelola dan dapat menggunakan aplikasi MongoDB dan CouchDB karena mendukung JavaScript.
  • Memiliki banyak library yang powerful.
  • Full-stack dari HTTP server sampai templating engine.
  • Bahasa pemrograman yang sama di sisi client dan server.

Kekurangan Node.js:

  • API tidak stabil.
  • Memiliki banyak update, sehingga dapat mempengaruhi kompatibilitasnya dengan berbagai perangkat.
  • Perlu menyesuaikan codebase secara berkala setiap muncul versi terbaru.

4. AngularJS

AngularJS adalah framework yang dikembangkan oleh Google dan paling populer di kalangan developer.

Fitur-Fitur AngularJS:

  • Directives – Memudahkan dalam mengatur DOM JavaScript, sehingga bisa menghasilkan konten berformat HTML yang lebih dinamis.
  • Hierarchical Injections – Memudahkan pengelolaan kode untuk pengujian dan penggunaan ulang
  • Two-way Data Binding – Memudahkan sinkronisasi antara model dan view.
  • Scope – Objek yang menampung data Model berisi Method atau perantara antara Controller dan View.
  • Controller – Mengontrol data dan alur kerja pada program yang sedang dibangun, berisi kumpulan fungsi-fungsi JavaScript yang dibuat di AngularJS.
  • Services – Objek yang dapat digunakan di sebuah aplikasi untuk membuat XMLHttpRequest.
  • Filters – Menyortir item atau fungsi kode.
  • Directives – Digunakan untuk membuat tag pada HTML.
  • Template – Tampilan program dengan yang sedang dibuat berdasarkan Controller dan Model.
  • Routing – Proses switching atau perpindahan tampilan.
  • Model View Whatever – Pola desain MVC membagi proses kerja karena memiliki tanggung jawab masing-masing. Jadi, metode lebih dekat menjadi MVVM (Model-View-Viewmodel).
  • Deep Linking – Mengizinkan developer untuk melakukan encode aplikasi dalam URL, mem-bookmark, dan me-restore kondisi terakhir pada URL.
  • Dependency Injection – Developer dapat menulis komponen atau kode secara terpisah satu sama lain, sehingga memudahkan uji coba dan mengembangkan program.

Kelebihan AngularJS:

  • AngularJS dengan TypeScript memiliki konsep Object Oriented Programming atau berbasis objek, sehingga proses menjadi fleksibel dan jauh lebih mudah dikelola.
  • Dapat digunakan untuk membangun program yang kompleks seperti, website berskala besar, native app, PWA yang berkinerja tinggi, hingga RIA (Rich Internet App).
  • Pembagian kerja skema MVC (Model, View, Controller), dimana JavaScript sebagai kontrol dan HTML sebagai View. Sehingga,
  • Setiap perubahan kode akan langsung terlihat.
  • Komponen umum seperti card, toolbar, navbar, dan container, dapat dibangun sekali tapi dapat digunakan berulang kali.
  • Jumlah dan struktur baris kode untuk membangun aplikasi sangat rapi.
  • Memiliki komunitas pengguna yang luas.
  • Dapat melakukan uji coba secara langsung.
  • Kompatibel dengan semua browser, kecuali Explorer.
  • Terdapat RxJs atau reactive JavaScript, sebuah tools yang dapat menampung segala ketidaksinkronan. Sehingga, kode dapat berjalan meskipun aplikasi masih melakukan permintaan ke server.
  • Memungkinkan untuk mengelola Single Page Application dengan mudah.

Kekurangan AngularJS:

  • Aturan penulisan kode cukup rumit, sehingga agak sulit bagi pemula.
  • Struktur aplikasi yang dihasilkan cenderung lebih rumit, sehingga bisa menurunkan kinerja aplikasi.
  • Kurang SEO Friendly.
  • Ukuran framework termasuk besar yaitu 566 KB.
  • Memerlukan autentikasi dari server untuk menjaga keamanan aplikasi.
  • JavaScript dan browser harus selalu terhubung, jika JavaScript ter-disable dengan web browser, maka kode yang sudah dibuat tidak dapat bekerja.
  • Developer harus terbiasa dengan bahasa pemrograman TypeScript.

5. Backbone.js

Backbone.js adalah framework yang populer dikalangan web programmer. Namun, framework JS ini juga bisa digunakan untuk membuat single-page application.

Fitur-Fitur Backbone.js:

  • Model – Berisi data interaktif dan fungsinya.
  • Tampilan – Untuk mengatur antarmuka, bekerja sesuai peristiwa atau action dari client, mendeteksi perubahan dalam model dan menampilkannya di halaman HTML.
  • Koleksi – Kumpulan model yang teratur.
  • Acara – Modul Backbone yang dapat dengan mudah digabungkan ke kelas lain.
  • Router – Menghubungkan URL sisi klien ke tindakan atau action di aplikasi.
  • Sinkronisasi – dapat memetakan status model ke database sisi server.
  • Key-Value Binding & Custom Events – Setiap perubahan pada Model berpengaruh terhadap View, begitu pula sebaliknya.
  • API Integration – Memungkinkan website dapat berkomunikasi dengan bahasa atau aplikasi lain lewat API yang sudah ada, misalnya RESTful JSON.
  • Event Handling – Menyesuaikan perintah pengguna di browser.

Kelebihan Backbone.js:

  • Menggunakan fungsi JavaScript, sehingga mengembangkan aplikasi dan front-end jadi lebih mudah.
  • Tidak sulit dipelajari oleh pemula.
  • Ukuran ringan, yaitu 81 KB.
  • Dapat menggunakan plugin agar memiliki two-way data binding.
  • Memiliki banyak libraries atau perpustakaan kode.
  • API dan dokumentasi yang mudah dipelajari.
  • Memiliki gaya pengkodean khas yang memungkinkan pengembang membuat kode lebih sedikit.

Kekurangan Backbone.js:

  • Belum memiliki tools untuk debugging.

 

 

Itulah beberapa hal tentang framework JavaScript yang bisa menjadi referensi anda. Sedikit tips untuk anda, meskipun banyak dokumentasi ketika anda menggunakan framework JavaScript ini namun ada baiknya jika anda belajar JavaScript terlebih dahulu sebelum menggunakan framework nya.

 

 

 

Sumber 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.
AVANTAGEHeadquarters
Organically grow the holistic world view of disruptive innovation via empowerment.
OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.