Monday - Friday8AM - 9PM
OfficesJl. Letkol G.A Manulang No.214 Padalarang
Visit our social pages

Top-Down Communication : Teknik Menyampaikan Informasi Lebih Efektif

November 8, 2022by Nirmala Syahru0
피노키오

Dalam dunia kerja, komponen lain yang tidak kalah penting dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan, adalah komunikasi. Itulah mengapa menerapkan teknik komunikasi efektif sangat diperlukan di dunia kerja. Salah satu teknik komunikasi efektif yang bisa kamu terapkan, yaitu top down communication.

Apa itu Top-Down Communication ?

Top-Down Communication adalah komunikasi yang dimulai dari menyampaikan insight pokok/kesimpulan, kemudian menyampaikan data-data dan insight pendukung, lalu diakhiri dengan fakta dan data.

Menurut Bizfluent, bentuk komunikasi seperti ini sangat bergantung pada hierarki organisasi di dalam perusahaan. Perusahaan dengan sistem hierarki yang jelas akan lebih mudah menerapkan bentuk komunikasi ini. Ketika perusahaan tidak memiliki sistem hierarki yang jelas, bentuk komunikasi dari tingkat hierarki yang tinggi ke tingkat hierarki yang rendah akan lebih sulit diterapkan.

Faktor Gagalnya Top-Down Communication

Dilansir dari The Predictive Index, empat faktor berikut bisa menyebabkan gagalnya top-down communication.

1. Minim kedekatan dengan perusahaan

Komunikasi yang baik dari atas hanya terjadi setelah adanya kedekatan antar seluruh elemen perusahaan.

Penting bagi para pemimpin untuk memahami denyut nadi organisasi dan ketakutannya yang tak terucapkan.

Untuk mewujudkannya, mereka perlu melakukan ratusan percakapan tatap muka dengan karyawan di seluruh organisasi, melakukan survei keterlibatan, terlibat dalam perencanaan tenaga kerja strategis, dan banyak lagi.

2. Hipokrit

Jenis pemimpin yang hipokrit berkomunikasi berdasarkan bagaimana ia ingin perusahaan dioperasikan, bukan berdasarkan kepemimpinannya.

Ia mungkin berkata bahwa karyawanlah yang terpenting tetapi ada banyak bukti yang tidak menjadi fokus kuartal lalu.

Ia juga mungkin mengatakan bahwa budaya organisasi itu penting, tetapi mentolerir karyawan yang meremehkan dan merendahkan orang lain.

3. Pesan yang rumit

Beberapa tujuan umum sangat penting bagi perusahaan yang selaras.

Sulit untuk memadukan sejumlah tuntutan yang bersaing menjadi pesan yang ringkas dan jelas.

Jauh lebih mudah dan efektif untuk meletakkan daftar poin-poin ke halaman untuk distribusi cepat

4. Menghindari masalah

Merayakan kesuksesan itu penting, namun begitu juga dengan menunjukkan kegagalan. Dengan menunjukkan apa yang salah, kamu bisa belajar dari kesalahanmu.

 

Tips Menerapkan Top-Down Communication

Ikuti tips di bawah ini untuk memudahkanmu membangun komunikasi efektif di dunia kerja:

1. Mulailah dari akhir

Yang dimaksud “mulai dari akhir” adalah sampaikan pesan utamamu sejak awal pembicaraan. Kamu yang mungkin terbiasa menyampaikan kesimpulan/pesan utama di akhir, coba ubah pola tersebut.

2. Susun roadmap

Setelah kamu menyampaikan pesan utama di awal, susunlah roadmap untuk memperkuat argumenmu.

3. Kembangkan argumen utama

Perjelas argumen utama dengan fakta-fakta dan data-data yang telah kamu kumpulkan. Semakin rinci, semakin baik. Dengan begitu, pendengar pun akan sepenuhnya memahami apa yang kamu sampaikan.

Namun perlu digarisbawahi bahwa tidak semua kasus bisa menggunakan teknik Top-Down Communication, kembali kepada konteks pembicaraan. Menurutmu komunikasi seperti apa yang bisa diterapkan didunia kerja? sampai jumpa diartikel selanjutnya, Teman Kreativ!

 

Sumber 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.
AVANTAGEHeadquarters
Organically grow the holistic world view of disruptive innovation via empowerment.
OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.