Monday - Friday8AM - 9PM
OfficesJl. Letkol G.A Manulang No.214 Padalarang
Visit our social pages

Tren Social Media Marketing yang perlu Kamu Ketahui, Jangan sampai Ketinggalan!

December 5, 2022by Nirmala Syahru0
pinterest.com

Apa Itu Social Media Marketing (SMM) ?

Istilah pemasaran media sosial atau Sosial Media Marketing (SMM) mengacu pada penggunaan media sosial dan jaringan sosial untuk memasarkan produk dan layanan perusahaan.

Media sosial telah mengubah cara kerja masyarakat, termasuk cara orang-orang terhubung satu sama lain. Ketika platform seperti Facebook, Twitter, dan Instagram rilis, bisnis juga memperhatikan platform ini.

Mereka mulai menggunakan situs-situs ini untuk memajukan minat mereka melalui pemasaran media sosial. Itu karena situs-situs tersebut mampu mengubah perilaku konsumen.

Strategi media sosial juga melibatkan pembuatan konten yang serius. Ini bertujuan untuk mendapatkan perhatian pengguna dan meningkatkan kemungkinan bahwa mereka akan melakukan tindakan yang kamu inginkan seperti membeli produk atau membagikan konten dengan orang lain di jaringan mereka sendiri.

Penasaran akan seperti apa tren social media marketing ? Langsung saja disimak rangkuman berikut ini!

1. Social commerce

Kamu mungkin sadar bahwa saat ini Instagram dan TikTok mulai menonjolkan fitur belanja online. Pengguna bisa langsung melihat-lihat produk dan melakukan transaksi pembelian.

Inilah yang dinamakan social commerce, yaitu penyatuan aktivitas belanja dengan platform media sosial.

Jadi, mulai dari sekarang dan seterusnya, media sosial tidak hanya berfungsi untuk berinteraksi dan berjejaring, tetapi juga sebagai tempat jual beli.

2. Jangan menciptakan video panjang

Menurut Vidyard, sekitar 60% dari keseluruhan video yang dipublikasikan di internet berdurasi kurang dari 2 menit pada tahun 2020. Dengan hadirnya TikTok, konten video panjang tidak begitu berarti lagi.

Keberhasilan reels dan story memastikan bahwa konten video panjang di platform media sosial gagal. Namun, ingat bahwa reels dan story harus menarik dan menghibur untuk menjangkau audiens baru.

3. TikTok

Selama dua tahun terakhir TikTok juga telah meluncurkan sejumlah alat yang berguna seperti iklan dan profil bisnis yang ditujukan khusus untuk bisnis.

Meski pengguna aktif TikTok belum melebihi sosial media lain seperti Instagram dan Facebook, Tiktok merupakan aplikasi media sosial yang paling banyak di-download sepanjang awal tahun 2022.

Mulai dari Gen Z, milenial, bahkan hingga baby boomer, semuanya mulai beralih pada TikTok untuk mencari sumber hiburan. Itulah mengapa banyak konten viral yang berasal dari sana.

4. Customer service

Saat ini semakin banyak perusahaan yang menyediakan akun resmi mereka di media sosial sebagai sumber informasi sekaligus sarana layanan konsumen.

Contohnya mungkin kamu sering temui di Twitter saat ada seseorang yang langsung mention akun perusahaan sambil menyampaikan keluhan mereka.

Apabila keluhan tersebut mendapat perhatian banyak dari pengguna lain, di sinilah strategi customer service brand akan diuji.

Bila akun perusahaan hanya memberi balasan berupa template dan sama sekali tidak membantu, siap-siap untuk menerima kritikan pedas dari konsumen, ya.

5. Social Media Ads

Kamu harus mempelajari cara menjalankan iklan berbayar, meskipun Kamu belum melakukannya. Itu karena tren iklan sosial media masih layak dicoba. Menurut tren media sosial, survei Hootsuite 2022 sekitar 43% responden mengatakan jangkauan organik mereka telah menurun. Oleh karena itu, mereka perlu meningkatkan anggaran iklan sosial berbayar mereka.

Ini adalah tantangan terbesar bagi mereka di saluran media sosial. Bisa dibilang, penurunan jangkauan organik telah didokumentasikan dengan baik selama bertahun-tahun, terutama di Instagram dan Facebook. Jadi, jika kamu ingin meningkatkan branding, mempelajari cara menjalankan kampanye iklan sosial sangat penting.

6. Live streaming

Tren selanjutnya dalam kegiatan promosi dan marketing di media sosial adalah live streaming. Baik itu di TikTok, Instagram, maupun Facebook.

Memang ada beberapa kelebihan dari cara ini yang membuat banyak brand akhirnya rutin mengadakan live, di antaranya adalah:
  • Dapat memperlihatkan kondisi nyata produk.
  • Bisa langsung berinteraksi dan tanya jawab dengan konsumen.
  • Bisa memperagakan penggunaan produk sedetail mungkin.

Untuk menarik lebih banyak viewers, brand juga biasanya menggandeng beberapa influencer untuk live bersama mereka.

7. Lebih fokus pada micro influencer

Meskipun tren ini bukan hal baru lagi, micro influencer akan tetap menjadi taktik pemasaran penting di platform media sosial. Oleh karena itu brand harus mengenali kekuatan di balik pengikut yang lebih kecil daripada selebriti besar.

Influencer terkenal terkadang tidak menjamin kesuksesan campaign. Sementara, micro influencer  cenderung memiliki komunitas yang lebih terhubung dengan satu sama lain.

Dengan begitu, review dari mereka akan terasa lebih natural bagi followers-nya, seperti seorang teman yang sedang memberi saran.

Demikian 7 tren social media marketing yang perlu kamu antisipasi. Semoga pembahasan di atas dapat membantu mengoptimalkan strategi kamu yang sudah ada.

Dengan mempelajarinya, kamu bisa dapatkan inspirasi baru dan lakukan persiapan dari sekarang supaya tidak ketinggalan tren dan inovasi terbaru.

 

 

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.
AVANTAGEHeadquarters
Organically grow the holistic world view of disruptive innovation via empowerment.
OUR LOCATIONSWhere to find us?
https://sampulkreativ.com/wp-content/uploads/2019/04/img-footer-map.png
GET IN TOUCHAvantage Social links
Taking seamless key performance indicators offline to maximise the long tail.